Minggu, 17 Juni 2012

Mimpi Gelapmu


Dan telpon berdering,
aku tahu itu pasti darimu,
lagi - lagi tak nyenyak tidurmu,
lagi - lagi tak indah mimpimu,

"Aku tak tahu lagi
siapa yang masih sanggup bertahan
di tengah malam,
kau masih jadi sahabat terbaik malam kan?"

Ok, aku selalu ada, seperti janjiku.

"Aku kesana sekarang, tak apa kan?"

Dan pintu terketuk,
kau datang penuh peluh,
bukan karena kau lelah berlari
tapi karena letih hati.

"Aku bermimpi.
Ada dia. Disampingku, selalu.
Lalu aku terbangun.
Aku tahu, tentu dia tak ada disampingku.
Tapi aku tak bisa berhenti mencarinya.
...
Bisakah kau menyadarkanku?"

Kutatap wajahmu sejenak,
lewat dua mata itu, aku cukup tahu
seberapa parah kau kehilangan arah
Tapi, aku cuma bisa mendengarkanmu
aku cuma bisa selalu ada
sisanya selalu lagi-lagi tergantung dirimu
Kau cukup tahu aturannya kan?

"Aku tak kan lama disini,
aku cuma butuh sedikit waktu,
sebelum aku kembali pada realita,
berhenti mengharapkannya,
kembali pada yang menantiku."

Ya, ya, ya,
lagi - lagi kau selalu bisa mengatur hatimu,
hatimu yang memiliki banyak ruang itu,
hatimu yang sanggup membedakan tiap perasaan itu.

Kutunggui kau sampai benar-benar terlelap.
Andai aku pandai menyulap,
tentu mimpimu kali ini tak lagi gelap.

Semarang - 2011

4 komentar:

  1. Mereka berkata bermimpilah agar kau termotivasi, tapi mereka lupa bahwa nightmare juga termasuk mimpi..

    BalasHapus
  2. kog aku ngerasa puisi ini nggambarin hidupku kmaren ya.. kmaren, bukan hari ini..

    BalasHapus