Selasa, 01 Maret 2011

Mimpi - Mimpi yang Enggan Ditemui

 

Lagi - lagi untuk kesekian kali kau mengulurkan tanganmu
“Ayo terbang bersamaku.
Untuk saat ini kau hanya perlu menggenggam tanganku
dan biarkan bubuk peri tersebar di tubuhmu.
Jika kau sudah cukup lama di langit nanti
perlahan tapi pasti sayapmu akan mulai tumbuh.”

“Hmm…”
hanya itu jawabanku,
aku masih berpikir.

Aku tahu tawaranmu itu tak hanya sekedar basa - basi.
Aku juga tahu pasti, semasa kau menjelajah langit,
kau berkenalan dengan beberapa bintang.
Bahkan beberapa sudah menjadi kawan.
Dan jika benar ada bakat meramal dalam diriku,
akan ku katakan, suatu hari nanti
kau akan menjadi bintang yang paling bersinar.

Kau menatapku, matamu bilang “Ayolah.”
Aku malah tersenyum asal - asalan.
Hmm … Aku, aku …
… tak tahu kapan punya hasrat
dan keyakinan untuk terbang.
Tapi kau tetap tersenyum dengan sabar.


Magelang - 2011

2 komentar:

  1. Aku suka yang ini
    aku bayangin ekspresimu waktu blg 'hmm'
    dan 'hmm, aku.. aku..'
    dan seseorang yang tersenyum sabar.
    cerita yang manis hehehe

    BalasHapus